Monday, September 17, 2012

Worship as a life style

Bagaimana kita dapat mengatakan seseorang atau diri kita sendiri memiliki gaya hidup sebagai seorang penyembah?

Gaya hidup seorang penyembah adalah saat banyak hal terlintas dalam pikiran kita, dengan sangat mudah kita dapat mengkomunikasikan pikiran-pikiran itu kepada Tuhan



Baca Selengkapnya

Thursday, September 13, 2012

BERSAMA DENGAN ALLAH KITA AKAN MENGINJAK-INJAK PARA LAWAN KITA

Khotbah Ibadah Tanggal 26 Agustus 2012

 

Oleh Pdm. Rapi Gultom

Ulangan 7:1-11

Bangsa Israel:

Kita, umat Tuhan

Tanah Kanaan:

Janji, berkat Tuhan

7 bangsa :

- Sifat-sifat  keduniawian yang ada dalam diri kita (keinginan  daging).

- roh-roh jahat yang menguasai sekitar  kita
ØDunia dimana kita  tinggal, pernah dikuasai    oleh roh-roh jahat.

Ø Dunia ini adalah tempat peperangan antara tentara Kristus (gereja Tuhan) melawan roh-roh jahat


Read more



Thursday, July 5, 2012

Menara Doa


Siapa bilang menara itu hanya dimiliki suatu kerajaan, yang berfungsi sebagai tempat para penjaga kota untuk berjaga-jaga siang dan malam dari serangan musuh? Gereja juga punya dan sering disebut Menara Doa. Namun banyak yang tidak merealisasikannya setiap hari selama 24 jam. Mungkin menganggap berdoa hanya waktu ibadah hari Minggu atau doa puasa yang dilakukan sekali dalam seminggu.
            Seperti halnya suatu kerajaan, Gereja juga punya wilayah, para pemimpin, jemaat, program kerja dan anggaran dana. Yang mana semua ini harus dijaga dari serangan musuh yang diibaratkan seperti singa mengaum yang mencari celah untuk masuk. Disinilah Menara Doa sangat dibutuhkan. Karena musuh kita yaitu kuasa kegelapan tidak hanya menyerang pada hari Minggu. Oleh sebab itu harus ada yang berjaga-jaga di dalam Menara Doa.
            Siapakah orang-orang yang akan berjaga-jaga di Menara Doa? Jawabannya sudah pasti yaitu: kita semua. Apakah kita mampu? Pasti! Karena kekuatan kita adalah DOA. Doa adalah dasar untuk kita lebih mengenal Tuhan: siapa Dia, apa yang Dia inginkan dan apa arti menjadi anakNya. Kita perlu ambil bagian dalam Menara Doa, karena:
1.      Di dalam Menara Doa hubungan kita dengan Allah semakin intim sehingga kita semakin kuat
2.      Di dalam Menara Doa kita menerima hikmat dan bimbingan dari Allah.
3.      Di dalam Menara Doa membuat kita memandang musuh dengan sudut pandang Allah, sehingga musuh yang kita lihat kecil dan jauh di bawah kita.
4.      Di dalam Menara Doa membuat pandangan kita bebas jauh ke depan, kepada perluasan wilayah yang sedang dikerjakan Allah lewat gerejaNya, menembus segala penghalang yang selama ini tidak dapat kita lihat dimana kita terlibat di dalamnya.

Intinya: berdoa hendaknya jangan merupakan hal terakhir yang kita lakukan, melainkan merupakan yang pertama dan yang terakhir. Karena berdoa adalah tugas Gereja, maka berdoa menjadi tugas kita semua sebagai anak-anak allah. (SES)

Peperangan Rohani 2


Saat ini orang Kristen terlibat dalam peperangan rohani yang dilaksanakan dengan kuasa Roh Kudus (Roma 8:13) terhadap:
a.       Terhadap keinginan berdosa di dalam diri sendiri (1 Petrus 2:11)
b.      Terhadap kesenangan duniawi dan berbagai pencobaan (Gal 1:4; Yak 1: 14-15)
c.       Terhadap Iblis dan pasukannya, yang berjumlah sangat banyak (Wahyu 12:4,7) dan terorganisir dalam suatu sistem kerajaan jahat yang sangat canggih dengan pangkat dan tugas (Ef 2:2; Yoh 14:30).
Orang Kristen sebagai tentaranya Kristus harus memerangi semua kejahatan, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan senjata rohani (Efesus 6:10-18). Dalam peperangan iman tersebut, orang Kristen diminta untuk bertahan menghadapi kesulitan dengan tangguh (2Tim 2:3), menderita bagi Injil (Rom 8:17), bertanding dalam pertandingan iman yang benar (1Tim 6:12), berjuang, mengalahkan (Rom 8:37), menjadi pemenang, mempertahankan Injil (Filp 1:16), membela iman (Yud 3), tidak takut (Filp 1:28), memakai perlengkapan senjata Allah dan menghancurkan benteng pertahanan Iblis (2Kor 10:5).
Sesungguhnya kemenangan telah kita diperoleh oleh Kristus melalui kematianNya di salib. Kita tinggal melanjutkan peperangan rohani yang berlangsung hingga kita memasuki hidup yang kekal. Jangan takut, sebab jika Allah di pihak kita siapakah lawan kita? Bersama dengan Allah kita akan melakukan perkara yang besar. Percayalah!! (SES)

Peperangan Rohani 1


Tahun 1995 adalah tahun pertama saya kuliah di Akademi Theologia di Salatiga. Awalnya saya merasa tak banyak yang berbeda karena semasa sekolah sejak SMP saya sudah melayani di gereja sebagai guru SM. Bulan pertama di asrama dilalui dengan mulus.
Namun dengan berjalannya waktu semakin hari terasa semakin berat. Apalagi bila sudah masuk pada sesi pelepasan roh-roh jahat. Ada saja dari antara mahasiswa yang tiba-tiba berteriak kepanasan. Banyak juga dari antara kami yang ketakutan.
Satu hal yang saya ingat dari dosen saya saat itu mengatakan bahwa kuasa Allah yang ada pada kita jauh lebih besar dari kuasa segala makhluk di bumi ini. Dengan memperlengkapi diri dengan selengkap senjata Allah maka kita mampu mematahkan segala kuasa kegelapan (Efesus 6:13-17).
Saat saya mengerti hal itu dan menggunakan kuasa Allah dalam hidup saya, maka masa kuliah dapat saya lewati dengan baik. Tidak lagi terasa berat karena kuasa Allah yang ada dalam diriku memberi kekuatan yang mampu mengalahkan segala tipu daya kuasa kegelapan. (SES)

Keintiman Dengan Tuhan


Keintiman memiliki pengertian yaitu keakraban atau kemesraan. Berarti keintiman dengan Tuhan adalah hubungan antara kita (orang percaya) dengan Tuhan yang begitu akrab dan mesra layaknya seorang anak dan bapanya.
            Salah satu cara yang membuat hubungan kita dapat intim dengan Tuhan adalah melalui DOA. Mengapa? Karena dalam doa kita berbicara kepada Tuhan, menyampaikan isi hati dan keinginan kita. Semakin sering kita berdoa maka semakin intim hubungan kita dengan Tuhan.
            Dimana dan kapan kita berdoa? Apakah hanya di gereja dan pada hari Minggu saja? Lupakah kita bahwa Tuhan yang kita sembah dan percayai itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu?  Jadi kita dapat berdoa kepada Tuhan dimanapun kita berada dan kapanpun tanpa dibatasi waktu. Baik saat kita di gereja, di rumah, di kantor, di kampus maupun di tempat lainnya. Bukankah Tuhan begitu baik? Seperti seorang Bapa yang begitu mengasihi  anak-anakNya. 
Oleh sebab itu sebagai anak-anak Allah kita harus selalu mendekatkan kepada Tuhan, terus bercakap-cakap  denganNya tentang segala sesuatu sepanjang hari. Seperti seorang anak yang akan tumbuh dengan baik bila memperoleh perhatian dan kehangatan kasih sayang dari orangtuanya, demikian juga dengan orang-orang percaya akan memiliki pertumbuhan rohani yang baik jika memiliki keintiman dengan Tuhan. (SES)