Jika saya berada di masa itu ; menjadi murid Tuhan melihat dengan
mata kepala sendiri, Dia diadili dengan tidak adil, dicaci, dimaki,
didera, disiksa bahkan mati dengan tak berdaya. Saya pasti merasa
kecewa. Karna Dia tak sehebat seperti perbuatan-Nya yang penuh keajaiban
dan kuasa. Bahkan Dia hanya diam membisu tak berdaya. Seperti layaknya
seorang penjahat besar. Pasti harapan saya akan hancur seiring tubuh-Nya
yang yang dibaringkan di gua sebagai kubur-Nya. Namun ternyata Dia
bangkit di hari ketiga. Kegemparan terjadi di seluruh dunia.
Betapa saya bersyukur hidup di masa anugerah ini. Kematian-Nya bukan
karena Dia tak berdaya tapi karena Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya
untuk menebus dosa umat manusia. Kematian-Nya bukanlah suatu
kesia-siaan.
Kematian-Nya adalah kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya
kepada-Nya. Bagi saya Dan anda. Kematian-Nya mengalahkan alam maut. Maka
iman kita kepada-Nya tidak pernah sia-sia karena Yesus Tuhan yang hidup
(1 Korintus 15:14).
Tuhan Yesus sudah melakukan misi Dari Allah Bapa dengan finishing well.
Mari kita teguhkan iman kita Dan setia pada panggilan kita sehinggga kita bisa menyelesaikan dengan finishing well.
Tuhan Memberkati.
No comments:
Post a Comment