Sunday, July 28, 2013
Monday, July 8, 2013
Jadi Orang Baik Itu Mudah!!!
Judul ini terbalik dengan pemahaman masyarakat yang sering mengatakan
“jadi orang baik itu susah”, justru hal yang paling mudah dilakukan
adalah menjadi orang baik. Diawali dengan bagun dipagi hari, mulailah
dengan kebaikan kecil kepada diri sendiri, maksudnya itu ya
bersih-bersih, menyapu halaman, membersihkan badan dan berdoa. Ini juga
termasuk kebaikan kepada diri sendiri. Dengan rumah yang bersih kita
merasa nyaman, dengan berdoa di pagi hari, tubuh dan pikiran akan
menjadi seimbang, harmoni dimana kita siap menjalani kehidupan dengan
pandangan yang terang, positif thinking dan hati yang damai.
Sempatkan waktu untuk mensyukuri seratus hal di pagi hari, apa saja. Mulai dari masih bisa bangun pagi, masih bisa melihat, merasa, mendengar, berjalan, bisa minum, mandi, berbicara, punya pakaian untuk dikenakan, punya beberapa lembar uang di dompet, punya kerjaan, punya rumah, tidak ada hutang,keluarga yang sehat, dll…maksimalkan sampai seratus. Dengan menghitung karunia yang telah diberikan kehidupan, kita akan merasa menjadi manusia yang paling beruntung sedunia dan dengan keyakinan seperti itu, keberuntungan akan berbondong-bondong menghampiri kehidupan kita. Mudah kan !! Kemudian kalau sempat lagi saat bangun pagi berdoalah, berdoa tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk sesama makhluk hidup.
Milikilah niat yang baik di pagi hari, niat yang memberi semangat, niat yang memberi tenaga melimpah dan antusiasme yang meluap-luap. Pikirkanlah di dalam hati bahwa hari ini akan menyenangkan, setiap hari adalah hari baru yang menyenangkan karena berkah kehidupan yang melimpah ada di hari ini. Hari ini kita akan melakukan banyak kebaikan, akan menyentuh kehidupan banyak makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak langsung. Cerahkanlah hati satu orang saja maka rantai reaksinya akan menyebar bagaikan efek domino. Apalagi kalau kita sanggup tersenyum dan menyentuh hati banyak orang, akan bermunculan puluhan rantai reaksi kebaikan yang mengalir tanpa ujung sampai hari ini berakhir.
Usahakanlah seluruh tenaga dan energimu di hari ini menjadi benar-benar berguna untuk kebaikanmu dan lingkungan sekitarmu. Jangan biarkan energimu bocor pada rasa marah, sedih dan kecewa. Perasaan2 seperti itu akan menyerap energimu dan membuatmu mudah capek,mengantuk, lelah dan tidak bergairah. Sebaliknya ketika kamu mengijinkan perasaan senang dan bahagia menghampiri hidupmu, energimu akan semakin bertambah dari waktu ke waktu karena setiap orang yang kamu sentuh memlimpahkan energi kebaikan yang sama kepadamu, semakin banyak akan semakin berlipat karena efek domino tadi.
Dari pagi hari saja kita dapat menarik kesimpulan sungguh sangat mudah menjadi orang baik. tidak perlu menunggu kaya dulu, tidak perlu menunggu hidup damai dan tanpa masalah. Kekayaan yang sebenarnya ada di dalam hati kita, kedamaian bisa kita ciptakan saat ini dan detik ini dengan mendamaikan perasaan kita yang ada di dalam diri, dan terakhir tidak ada manusia yang tanpa masalah. Justru masalah yang datang adalah ujian yang akan menaikkan kelasmu setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Setiap ujian adalah tes yang menguji kesabaran dan keyakinan kita, semakin kita sabar dan yakin bahwa semuanya adalah ujian dariNya, semakin cepat masalah ini akan berlalu. Karena setiap kesenangan dan penderitaan memiliki batas waktunya masing-masing, tidak ada yang kekal.
Mulai saat ini milikilah pemikiran yang baik dan mencerahkan hati, mulai dari diri sendiri, kepada orang lain maupun kehidupan. Carilah sisi terbaik dari setiap peristiwa yang datang. Milikilah filososi manusia yang beruntung, apapun yang terjadi selalu mengawali perkataannya dengan kata beruntung. Untung nyawanya selamat, untung tidak apa-apa, untung masih bisa hidup dll. Karena apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan dan apa yang kita pikirkan merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam diri kita. Ibarat termos, dalamnya termos hanya dapat kita ketahui setelah kita menuangkan isinya ke dalam cangkir atau gelas, isinya itu bisa air putih, teh atau kopi panas. Pilihan ada di tangan kita, apa yang kita sajikan itulah yang akan kita nikmati.
Salam… TUHAN MEMBERKATI ..
Maxi Eman
Sempatkan waktu untuk mensyukuri seratus hal di pagi hari, apa saja. Mulai dari masih bisa bangun pagi, masih bisa melihat, merasa, mendengar, berjalan, bisa minum, mandi, berbicara, punya pakaian untuk dikenakan, punya beberapa lembar uang di dompet, punya kerjaan, punya rumah, tidak ada hutang,keluarga yang sehat, dll…maksimalkan sampai seratus. Dengan menghitung karunia yang telah diberikan kehidupan, kita akan merasa menjadi manusia yang paling beruntung sedunia dan dengan keyakinan seperti itu, keberuntungan akan berbondong-bondong menghampiri kehidupan kita. Mudah kan !! Kemudian kalau sempat lagi saat bangun pagi berdoalah, berdoa tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk sesama makhluk hidup.
Milikilah niat yang baik di pagi hari, niat yang memberi semangat, niat yang memberi tenaga melimpah dan antusiasme yang meluap-luap. Pikirkanlah di dalam hati bahwa hari ini akan menyenangkan, setiap hari adalah hari baru yang menyenangkan karena berkah kehidupan yang melimpah ada di hari ini. Hari ini kita akan melakukan banyak kebaikan, akan menyentuh kehidupan banyak makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak langsung. Cerahkanlah hati satu orang saja maka rantai reaksinya akan menyebar bagaikan efek domino. Apalagi kalau kita sanggup tersenyum dan menyentuh hati banyak orang, akan bermunculan puluhan rantai reaksi kebaikan yang mengalir tanpa ujung sampai hari ini berakhir.
Usahakanlah seluruh tenaga dan energimu di hari ini menjadi benar-benar berguna untuk kebaikanmu dan lingkungan sekitarmu. Jangan biarkan energimu bocor pada rasa marah, sedih dan kecewa. Perasaan2 seperti itu akan menyerap energimu dan membuatmu mudah capek,mengantuk, lelah dan tidak bergairah. Sebaliknya ketika kamu mengijinkan perasaan senang dan bahagia menghampiri hidupmu, energimu akan semakin bertambah dari waktu ke waktu karena setiap orang yang kamu sentuh memlimpahkan energi kebaikan yang sama kepadamu, semakin banyak akan semakin berlipat karena efek domino tadi.
Dari pagi hari saja kita dapat menarik kesimpulan sungguh sangat mudah menjadi orang baik. tidak perlu menunggu kaya dulu, tidak perlu menunggu hidup damai dan tanpa masalah. Kekayaan yang sebenarnya ada di dalam hati kita, kedamaian bisa kita ciptakan saat ini dan detik ini dengan mendamaikan perasaan kita yang ada di dalam diri, dan terakhir tidak ada manusia yang tanpa masalah. Justru masalah yang datang adalah ujian yang akan menaikkan kelasmu setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Setiap ujian adalah tes yang menguji kesabaran dan keyakinan kita, semakin kita sabar dan yakin bahwa semuanya adalah ujian dariNya, semakin cepat masalah ini akan berlalu. Karena setiap kesenangan dan penderitaan memiliki batas waktunya masing-masing, tidak ada yang kekal.
Mulai saat ini milikilah pemikiran yang baik dan mencerahkan hati, mulai dari diri sendiri, kepada orang lain maupun kehidupan. Carilah sisi terbaik dari setiap peristiwa yang datang. Milikilah filososi manusia yang beruntung, apapun yang terjadi selalu mengawali perkataannya dengan kata beruntung. Untung nyawanya selamat, untung tidak apa-apa, untung masih bisa hidup dll. Karena apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan dan apa yang kita pikirkan merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam diri kita. Ibarat termos, dalamnya termos hanya dapat kita ketahui setelah kita menuangkan isinya ke dalam cangkir atau gelas, isinya itu bisa air putih, teh atau kopi panas. Pilihan ada di tangan kita, apa yang kita sajikan itulah yang akan kita nikmati.
Salam… TUHAN MEMBERKATI ..
Maxi Eman
Berlari Menuju Panggilannya
Kita masing – masing pasti sudah menemukan panggilan kita sebagai
apa. Setiap orang tanpa terkecuali mendapat panggilan Tuhan. Panggilan
(Pekerjaan) yang diberikan Tuhan kepada kita berbeda-beda. Tiap
panggilan
hidup mempunyai kekurangan dan kegunaannya masing-masing. Bagaimana kita untuk menjalankan atau melakukan panggilan hidup kita yang dari Tuhan ?
Rasul Paulus berkata dalam Filipi 3:14 ”berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan Surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. Panggilan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk disimpan tapi untuk dilakukan atau dikerjakan.
Bahkan Alkitab berkata berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah artinya kita dinasehatkan Firman Tuhan dalam menjalankan panggilan Tuhan untuk tidak diam kita menjalaninya dengan cara dan kekuatan dari Tuhan.
Apapun panggilan yang sudah kita terima dari Tuhan, marilah kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap setia dan panggilan hidup kita , mari kita lakukan bagi kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya.
hidup mempunyai kekurangan dan kegunaannya masing-masing. Bagaimana kita untuk menjalankan atau melakukan panggilan hidup kita yang dari Tuhan ?
Rasul Paulus berkata dalam Filipi 3:14 ”berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan Surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. Panggilan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk disimpan tapi untuk dilakukan atau dikerjakan.
Bahkan Alkitab berkata berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah artinya kita dinasehatkan Firman Tuhan dalam menjalankan panggilan Tuhan untuk tidak diam kita menjalaninya dengan cara dan kekuatan dari Tuhan.
Apapun panggilan yang sudah kita terima dari Tuhan, marilah kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap setia dan panggilan hidup kita , mari kita lakukan bagi kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya.
KEMATIAN- NYA KEHIDUPANKU
Jika saya berada di masa itu ; menjadi murid Tuhan melihat dengan
mata kepala sendiri, Dia diadili dengan tidak adil, dicaci, dimaki,
didera, disiksa bahkan mati dengan tak berdaya. Saya pasti merasa
kecewa. Karna Dia tak sehebat seperti perbuatan-Nya yang penuh keajaiban
dan kuasa. Bahkan Dia hanya diam membisu tak berdaya. Seperti layaknya
seorang penjahat besar. Pasti harapan saya akan hancur seiring tubuh-Nya
yang yang dibaringkan di gua sebagai kubur-Nya. Namun ternyata Dia
bangkit di hari ketiga. Kegemparan terjadi di seluruh dunia.
Betapa saya bersyukur hidup di masa anugerah ini. Kematian-Nya bukan karena Dia tak berdaya tapi karena Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Kematian-Nya bukanlah suatu kesia-siaan.
Kematian-Nya adalah kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Bagi saya Dan anda. Kematian-Nya mengalahkan alam maut. Maka iman kita kepada-Nya tidak pernah sia-sia karena Yesus Tuhan yang hidup (1 Korintus 15:14).
Tuhan Yesus sudah melakukan misi Dari Allah Bapa dengan finishing well.
Mari kita teguhkan iman kita Dan setia pada panggilan kita sehinggga kita bisa menyelesaikan dengan finishing well.
Tuhan Memberkati.
Betapa saya bersyukur hidup di masa anugerah ini. Kematian-Nya bukan karena Dia tak berdaya tapi karena Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Kematian-Nya bukanlah suatu kesia-siaan.
Kematian-Nya adalah kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Bagi saya Dan anda. Kematian-Nya mengalahkan alam maut. Maka iman kita kepada-Nya tidak pernah sia-sia karena Yesus Tuhan yang hidup (1 Korintus 15:14).
Tuhan Yesus sudah melakukan misi Dari Allah Bapa dengan finishing well.
Mari kita teguhkan iman kita Dan setia pada panggilan kita sehinggga kita bisa menyelesaikan dengan finishing well.
Tuhan Memberkati.
Bermakna bagi orang lain
by. Maxi Eman
Seorang professor diundang utk berbicara di sebuah basis militer.
Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mrk menuju tempat pengambilan bagasi.
Ketika berjln keluar, Ralph sering menghilang. Bnyk hal dilakukannya yg diperhatikan pak Proffesor…
Ia membantu seorang wanita tua yg kopornya jatuh & terbuka, kemudian mengangkat 2 anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, Ia juga menolong orang yang tersesat dgn menunjukkan arah yg benar.
Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor, ia selalu dgn senyum lebar menghiasi wajahnya. “Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?” tanya sang professor.
“Melakukan apa?” tanya Ralph, merendah.
“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu tadi?” desak sang professor.
Kata Ralph: “O, selama perang, saya kira perang telah mengajari saya banyak hal.
“Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau & bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya .
“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.
“Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan, tatkala mengangkat & memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira, sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini!
“Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang BERMAKNA BAGI ORANG LAIN.
Kekayaan manusia bukan apa yg ia peroleh, melainkan APA YG IA BERIKAN KEPADA SESAMANYA.
Selamat pagi, selamat bekerja dan selamat berpuasa
Seorang professor diundang utk berbicara di sebuah basis militer.
Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mrk menuju tempat pengambilan bagasi.
Ketika berjln keluar, Ralph sering menghilang. Bnyk hal dilakukannya yg diperhatikan pak Proffesor…
Ia membantu seorang wanita tua yg kopornya jatuh & terbuka, kemudian mengangkat 2 anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, Ia juga menolong orang yang tersesat dgn menunjukkan arah yg benar.
Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor, ia selalu dgn senyum lebar menghiasi wajahnya. “Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?” tanya sang professor.
“Melakukan apa?” tanya Ralph, merendah.
“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu tadi?” desak sang professor.
Kata Ralph: “O, selama perang, saya kira perang telah mengajari saya banyak hal.
“Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau & bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya .
“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.
“Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan, tatkala mengangkat & memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira, sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini!
“Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang BERMAKNA BAGI ORANG LAIN.
Kekayaan manusia bukan apa yg ia peroleh, melainkan APA YG IA BERIKAN KEPADA SESAMANYA.
Selamat pagi, selamat bekerja dan selamat berpuasa
Yang Buruk Juga
By: MAXI Eman
Nats: Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?
(Ayub 2:10)
YANG BURUK JUGA
Ayub orang terkaya pada masanya, saleh dan takut akan Allah. Dia memiliki banyak harta dan hidupnya damai sejahtera. Dia menikmati hari-harinya dengan bersemangat. Lalu, Tuhan mengizinkan Iblis mengambil semua yang ia miliki. Seluruh tubuhnya — dari telapak kaki sampai batu kepalanya — pun penuh dengan barah busuk. Orang dapat melihat dengan jelas betapa berat penderitaan. Tetapi, Ayub tidak protes: “Saya sudah melakukan semua kehendak-Mu, mengapa hal ini terjadi sama saya?” Ayub justru berkata, “Aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal Firman Yang Mahakudus” (Ayub 6:10). Artinya, Ayub siap menerima baik perkara yang baik maupun perkara yang buruk dari Tuhan. Ketekunan Ayub berbuah. Pada pasal terakhir kitab Ayub, Tuhan memulihkan keadaan Ayub dan Tuhan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dulu. Ayub memilih tetap berpegang pada Tuhan, entah dalam keadaan baik entah dalam keadaan buruk. Terbukti, Tuhan tidak pernah membawa kita kepada keadaan yang melampaui kekuatan kita. Mungkin yang kita alami tidak separah pengalaman Ayub. Namun, saat melewati keadaan yang buruk, masih bisakah kita percaya penuh pada Tuhan dan janji-janji-Nya? Apa yang kita lakukan jika bisnis kita gagal atau terjadi peristiwa yang tidak kita harapkan, padahal kita sudah aktif dalam pelayanan? Apakah kita akan protes atau tetap percaya bahwa janji Tuhan itu ya dan amin? –Istiasih
JANJI TUHAN ITU SEPERTI MATAHARI YANG TETAP BERSINAR MESKIPUN TERALANG AWAN MENDUNG
Nats: Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?
(Ayub 2:10)
YANG BURUK JUGA
Ayub orang terkaya pada masanya, saleh dan takut akan Allah. Dia memiliki banyak harta dan hidupnya damai sejahtera. Dia menikmati hari-harinya dengan bersemangat. Lalu, Tuhan mengizinkan Iblis mengambil semua yang ia miliki. Seluruh tubuhnya — dari telapak kaki sampai batu kepalanya — pun penuh dengan barah busuk. Orang dapat melihat dengan jelas betapa berat penderitaan. Tetapi, Ayub tidak protes: “Saya sudah melakukan semua kehendak-Mu, mengapa hal ini terjadi sama saya?” Ayub justru berkata, “Aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal Firman Yang Mahakudus” (Ayub 6:10). Artinya, Ayub siap menerima baik perkara yang baik maupun perkara yang buruk dari Tuhan. Ketekunan Ayub berbuah. Pada pasal terakhir kitab Ayub, Tuhan memulihkan keadaan Ayub dan Tuhan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dulu. Ayub memilih tetap berpegang pada Tuhan, entah dalam keadaan baik entah dalam keadaan buruk. Terbukti, Tuhan tidak pernah membawa kita kepada keadaan yang melampaui kekuatan kita. Mungkin yang kita alami tidak separah pengalaman Ayub. Namun, saat melewati keadaan yang buruk, masih bisakah kita percaya penuh pada Tuhan dan janji-janji-Nya? Apa yang kita lakukan jika bisnis kita gagal atau terjadi peristiwa yang tidak kita harapkan, padahal kita sudah aktif dalam pelayanan? Apakah kita akan protes atau tetap percaya bahwa janji Tuhan itu ya dan amin? –Istiasih
JANJI TUHAN ITU SEPERTI MATAHARI YANG TETAP BERSINAR MESKIPUN TERALANG AWAN MENDUNG
SETIA SAAT TEDUH DI SPK PEMENANG
Saya sangat bersyukur dapat beribadah di GPI Petra ini, setelah sekian
lama nyari-nyari gereja untuk dapat beribadah setiap minggunya. Setelah
mulai beribadah di GPI Petra sejak akhir bulan Desember yang lalu,
kemudian saya mengikuti SPK Pemenang. Di SPK saya mengalami perjumpaan
dengan Tuhan setiap hari. Setiap materi yang disampaikan sangat
memberkati hidup saya. Di SPK Pemenang, saya juga dilatih untuk setia
bersaat teduh (baca Alkitab) setiap hari. Sebelumnya saya jarang
bersaat teduh. Puji Tuhan, sejak saya mengikuti SPK Pemenang, setiap
pagi sepertinya ada yang membangunkan saya untuk bersaat teduh setiap
pagi, sebelumnya tidak pernah saya alami seperti itu. Sejak ikut SPK
juga saya bisa mengendalikan diri dan emosi saya. Tuhan Yesus
memberkati. (Bpk. Lukas)
HANYA DENGAN PERTOLONGAN TUHAN
Rasa khawatir, takut, bimbang itu ada, ketika saya mempersiapkan
pernikahan anak kami, karena ada waktu cuma satu bulan saja dan waktu
itu tidaklah mudah, karena keterbatasan dana kami. Memang pada awalnya,
rencana kami mau menikahkan mereka sesederhana mungkin dengan tidak
nmemerlukan dana yang besar, cukup diberkati rumah dan dengan dihadiri
beberapa teman sebagai saksi.
Tetapi dengan berjalannya waktu, ada beberapa masukan yang baik dan berbagai pertimbangan yang ada akhirnya kami menyepakati untuk menikahkan anak kami di Gereja, Sekali lagi, tidaklah mudah kami mengambil keputusan itu, tetapi herannya tiba-tiba di hati dan pemikiran saya timbul kata ”PERCAYALAH”. Itulah yang membuat saya mendapat kekuatan baru, bahwa Tuhan akan melakukan segalanya buat kami, Dia tahu keterbatasan dan kemampuan setiap anak-anak-Nya.
Puji Tuhan, tanggal 23 Februari kemarin, anak kami pun telah melaksanakan pemberkatan nikah kudus. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya air mata sukacita yang mengalir di wajah saya ketika melihat anak kami diberkati. ”betapa baiknya Engkau Tuhan”. Amin
Tetapi dengan berjalannya waktu, ada beberapa masukan yang baik dan berbagai pertimbangan yang ada akhirnya kami menyepakati untuk menikahkan anak kami di Gereja, Sekali lagi, tidaklah mudah kami mengambil keputusan itu, tetapi herannya tiba-tiba di hati dan pemikiran saya timbul kata ”PERCAYALAH”. Itulah yang membuat saya mendapat kekuatan baru, bahwa Tuhan akan melakukan segalanya buat kami, Dia tahu keterbatasan dan kemampuan setiap anak-anak-Nya.
Puji Tuhan, tanggal 23 Februari kemarin, anak kami pun telah melaksanakan pemberkatan nikah kudus. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya air mata sukacita yang mengalir di wajah saya ketika melihat anak kami diberkati. ”betapa baiknya Engkau Tuhan”. Amin
MENGENAL TUHAN DI SPK PEMENANG
Dua tahun yang lalu saya merantau di Pontianak, di sana saya bekerja sebagai salah satu karyawan kolektor di suatu perusahaan simpan pinjam (Koperasi). Setiap hari saya bekerja tetapi saya belum mengenal Tuhan di situ. Setiap bulan, gaji yang saya terima, saya tidak pernah mengucap syukur dan apalagi untuk ditabung, malahan uang saya selalu habis dengan begitu cepat. Di sana hidup saya hancur, tidak pernah ke gereja, baca Alkitab pun tidak pernah, suka berkelahi sama orang.
Ketika suatu hari saya duduk dan merenungkan ada satu pikiran yang muncul, saya harus ke Jakarta dengan keputusan saya, tapi sebelum saya datang ke Jakarta saya berdoa minta kepada Tuhan agar ketika saya sampai ke Jakarta, saya sudah mendapat pekerjaan. Ketika saya sudah sampai di Jakarta, saya belum bekerja selama 3 bulan, dan saya pikir-pikir kemana lagi saya harus pergi. Akan tetapi Tuhan memakai Om saya yang mengajak saya ke GPI Petra untuk bisa bekerja.
Ketika saya sudah mulai bekerja di GPI Petra, saya diajak untuk mengikuti SPK Pemenang. Di SPK banyak hal yang saya dapatkan, saya bisa berdoa, sat teduh dan baca alkitab yang membuat hidup saya setiap harinya selalu bersukacita didalam melayani pekerjaan Tuhan di GPI Petra.
Tuhan Yesus Memberkati.
BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN
Bp. Haris M
Tepatnya tanggal 24 Januari saya terjatuh dari tangga rumah kami. Hal itu terjadi sangat cepat. Sempat saya merasa takut, karena saya merasa tangan kanan saya seolah mau lepas. Saya terus memegangi tangan kanan sambil bermazmur memuji Tuhan.
Kemudian saya dibawa ke RS Jati Rahayu oleh Bp. Jerry (suami dari ibu Emy). Ternyata tangan saya harus dioperasi. Saya berserah pada Tuhan dan belajar mempercayai Tuhan sepenuhnya bahwa Tuhan pasti beserta saya. Puji Tuhan operasi berjalan lancar. Saya juga cemas karena tidak bisa bekerja, namun pemimpin dan teman – teman di pekerjaan memahami kondisi saya. Itu karena kemurahan Tuhan. Dalam kondisi tersebut saya belajar mengucap syukur. Karena saya percaya ada hikmat di balik setiap hal yang kita hadapi sekalipun itu tidak menyenangkan. Ketika saya sakit saya mempunyai waktu lebih banyak dengan keluarga juga dengan kedua orang tua saya.
Saya merasa makin dekat dengan mereka. Saya bersyukur karna tangan sya berangsur-angsur membaik. Terimakasih kepada bapak dan ibu saya yang sabar merawat saat saya sakit, juga kepada istri dan anak-anak yang setia menemani. Juga kepada komunitas komsel Puri Gading yang sangat mendukung, menguatkan dan menghibur kami sekeluarga, juga kepada seluruh jemaat GPI Petra. Tuhan Memberkati.
Tepatnya tanggal 24 Januari saya terjatuh dari tangga rumah kami. Hal itu terjadi sangat cepat. Sempat saya merasa takut, karena saya merasa tangan kanan saya seolah mau lepas. Saya terus memegangi tangan kanan sambil bermazmur memuji Tuhan.
Kemudian saya dibawa ke RS Jati Rahayu oleh Bp. Jerry (suami dari ibu Emy). Ternyata tangan saya harus dioperasi. Saya berserah pada Tuhan dan belajar mempercayai Tuhan sepenuhnya bahwa Tuhan pasti beserta saya. Puji Tuhan operasi berjalan lancar. Saya juga cemas karena tidak bisa bekerja, namun pemimpin dan teman – teman di pekerjaan memahami kondisi saya. Itu karena kemurahan Tuhan. Dalam kondisi tersebut saya belajar mengucap syukur. Karena saya percaya ada hikmat di balik setiap hal yang kita hadapi sekalipun itu tidak menyenangkan. Ketika saya sakit saya mempunyai waktu lebih banyak dengan keluarga juga dengan kedua orang tua saya.
Saya merasa makin dekat dengan mereka. Saya bersyukur karna tangan sya berangsur-angsur membaik. Terimakasih kepada bapak dan ibu saya yang sabar merawat saat saya sakit, juga kepada istri dan anak-anak yang setia menemani. Juga kepada komunitas komsel Puri Gading yang sangat mendukung, menguatkan dan menghibur kami sekeluarga, juga kepada seluruh jemaat GPI Petra. Tuhan Memberkati.
Apakah Panggilan Kita?
Dari renungan kita yang sudah beberapa minggu mengenai
panggilan….saya membolak balik Alkitab, meminta hikmat dari Roh Kudus
mengenai tema ini. Saya sangat rindu Tuhan menyampaikan sesuatu kepada
saya mengenai panggilan secara pribadi.
Akhirnya sampai pada hari ini saya mendapatkan beberapa referensi . Saya membaca mengenai Musa dan panggilannya. Bagaimana ia dari kecil mendapat pendidikan kelas istana dan dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel yang terkenal tegar tengkuk itu untuk keluar dari Mesir dan mengembara di padang gurun.
Tuhan harus mempersiapkan Musa dengan pendidikan kelas istana (mungkin sekarang setara doktoral) untuk tugas itu. Tuhan juga memanggil Daud dari padang gurun untuk menjadi raja atas Israel, dimana kita pernah dijelaskan juga Daud memiliki keahlian yang spesifik dalam hal melempar sehingga ia bisa mengalahkan Goliath. Tuhan memanggil Adam untuk mengusahakan isi bumi dan memeliharanya.
Akhirnya sampai pada hari ini saya mendapatkan beberapa referensi . Saya membaca mengenai Musa dan panggilannya. Bagaimana ia dari kecil mendapat pendidikan kelas istana dan dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel yang terkenal tegar tengkuk itu untuk keluar dari Mesir dan mengembara di padang gurun.
Tuhan harus mempersiapkan Musa dengan pendidikan kelas istana (mungkin sekarang setara doktoral) untuk tugas itu. Tuhan juga memanggil Daud dari padang gurun untuk menjadi raja atas Israel, dimana kita pernah dijelaskan juga Daud memiliki keahlian yang spesifik dalam hal melempar sehingga ia bisa mengalahkan Goliath. Tuhan memanggil Adam untuk mengusahakan isi bumi dan memeliharanya.
YAKIN MEMILIKI KESELAMATAN YANG KEKAL
Selama ini saya belum yakin menerima keselamatan dari Tuhan walaupun
saya sudah jadi Kristen sejak lahir, bahkan sejakdikandungan.
Tetapi ketika saya mulai ikut kelas SPK Pemenang, ketika saya ditantang untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di situ saya diyakinkan dalam hati bahwa saya sudah memiliki hidup kekal, dan bahwa saya yakin Tuhan Yesus menjadi jaminan bagi keselamatan saya. Di kelas SPK Pemenang, saya juga dilatih untuk membaca Alkitab setiap hari.Tuhan Yesus memberkati.
(Sdri. Christine Sidabutar)
Tetapi ketika saya mulai ikut kelas SPK Pemenang, ketika saya ditantang untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di situ saya diyakinkan dalam hati bahwa saya sudah memiliki hidup kekal, dan bahwa saya yakin Tuhan Yesus menjadi jaminan bagi keselamatan saya. Di kelas SPK Pemenang, saya juga dilatih untuk membaca Alkitab setiap hari.Tuhan Yesus memberkati.
(Sdri. Christine Sidabutar)
HIDUP SESUAI PANGGILAN-NYA
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau,
supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10). Setiap kita yang
diciptakan di dalam Yesus Kristus, yaitu yang sudah percaya kepada Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat, diberikan Tuhan panggilan untuk
mengerjakan perkerjaan baik. Panggilan setiap kita berbeda-beda. Setiap
orang percaya pasti ada rencana Tuhan yang khusus dalam dirinya.
Ada tujuh bidang kehidupan yang umum ditekuni setiap orang percaya yaitu:
Kita dapat berkiprah di salah satu bidang atau dua bidang atau tiga bidang sekaligus atau lebih. Biarlah kita menangkap dengan jelas akan bidang yang kita tekuni, supaya kita bisa hidup sesuai panggilan-Nya dan dapat menyelesaikan dengan sempurna di akhir hidup kita.
Marilah kita hidup sesuai panggilan-Nya, bertekun mengerjakan panggilan (bidang kehidupan tersebut), sampai suatu kelak kita dapat menyelesaikan dengan baik (finishing well). Dengan demikian, kita dapat berkata seperti yang Yesus katakan setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya: “ Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. (Yohanes 17:4-5). Inilah laporan terakhir dari yang telah menyelesaikan dengan sempurna panggilan-Nya. Sebagai upah, maka kita akan menerima kemuliaan dari Bapa Surgawi.
Marilah seluruh jemaat GPI Petra semakin mengenal panggilan Tuhan dalam diri kita masing-masing, menjadi orang yang sukses dalam mengerjakan panggilan-Nya.
Puji Tuhan.
Ada tujuh bidang kehidupan yang umum ditekuni setiap orang percaya yaitu:
- Art
- Bussiness
- Church
- Depelopment Poor Society
- Edukasi
- Family
- Government
Kita dapat berkiprah di salah satu bidang atau dua bidang atau tiga bidang sekaligus atau lebih. Biarlah kita menangkap dengan jelas akan bidang yang kita tekuni, supaya kita bisa hidup sesuai panggilan-Nya dan dapat menyelesaikan dengan sempurna di akhir hidup kita.
Marilah kita hidup sesuai panggilan-Nya, bertekun mengerjakan panggilan (bidang kehidupan tersebut), sampai suatu kelak kita dapat menyelesaikan dengan baik (finishing well). Dengan demikian, kita dapat berkata seperti yang Yesus katakan setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya: “ Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. (Yohanes 17:4-5). Inilah laporan terakhir dari yang telah menyelesaikan dengan sempurna panggilan-Nya. Sebagai upah, maka kita akan menerima kemuliaan dari Bapa Surgawi.
Marilah seluruh jemaat GPI Petra semakin mengenal panggilan Tuhan dalam diri kita masing-masing, menjadi orang yang sukses dalam mengerjakan panggilan-Nya.
Puji Tuhan.
HIDUP YANG SESUAI PANGGILAN-NYA (JILID 2)
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup,
tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah
mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
(2 Korintus 5:15).
Kita bersyukur akan kesediaan Yesus Kristus datang ke dunia ini, rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Pada umumnya yang kita pahami bahwa kematian Yesus Kristus di kayu salib itu adalah untuk menebus dosa kita dan memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal saja. Dengan demikian, setiap orang percaya yang meninggal, akan memiliki hidup kekal dalam kerajaan surga. Tetapi dalam ayat di atas, ada penjelasan lagi, bahwa kematian-Nya bukan hanya supaya kita memilki hidup kekal saja, tetapi juga supaya kita yang sudah menerima Yesus dan masih hidup ini, tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi hidup untuk Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit untuk kita.
Pada umumnya semua manusia memiliki cita-cita atau tujuan hidupnya. Ada yang bercita-cita mau jadi Pejabat, Pengusaha sukses, jadi artis terkenal, jadi ilmuwan, dll. Semua hal itu syah-syah saja untuk dilakoni. Yang menjadi pertanyaan adalah, untuk siapakah kita hidup dan untuk siapakah hasil kesuksesan itu ? Sebagai orang Kristen yang sudah ditebus oleh darah Yesus, kita perlu selektif dalam menjalani hidup ini, karena hidup kita ini adalah hasil tebusan darah Yesus dan kita hidup hanya satu kali saja di dunia ini. Dengan demikian, sudah sewajarnya kalau kita menjadi sangat selektif dalam menentukan tujuan hidup kita. Apakah tujuan hidup yang kita pilih adalah untuk keuntungan dan kepuasan diri sendiri atau untuk Dia yang sudah mati dan bangkit untuk kita ?
Bagaimanakah kita cara menilai tentang tujuan hidup kita ini, apakah masih untuk keuntungan diri sendiri atau sudah untuk kemuliaan Kristus Yesus ? Rasul Paulus membuat alat ukurnya dalam Roma 11:36: “ Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia; Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Dari pengetian ayat ini kita melihat beberapa hal berikut:
Dengan demikian, marilah kita mengenali tujuan hidup (panggilan) kita yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, dan menjalaninya dengan cara dan kekuatan dari Tuhan. Kemudian , semua hasilnya kita kembalikan bagi kemuliaan Tuhan. Selamat menemukan panggilan dan menjalaninya bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Imanuel.
(2 Korintus 5:15).
Kita bersyukur akan kesediaan Yesus Kristus datang ke dunia ini, rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Pada umumnya yang kita pahami bahwa kematian Yesus Kristus di kayu salib itu adalah untuk menebus dosa kita dan memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal saja. Dengan demikian, setiap orang percaya yang meninggal, akan memiliki hidup kekal dalam kerajaan surga. Tetapi dalam ayat di atas, ada penjelasan lagi, bahwa kematian-Nya bukan hanya supaya kita memilki hidup kekal saja, tetapi juga supaya kita yang sudah menerima Yesus dan masih hidup ini, tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi hidup untuk Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit untuk kita.
Pada umumnya semua manusia memiliki cita-cita atau tujuan hidupnya. Ada yang bercita-cita mau jadi Pejabat, Pengusaha sukses, jadi artis terkenal, jadi ilmuwan, dll. Semua hal itu syah-syah saja untuk dilakoni. Yang menjadi pertanyaan adalah, untuk siapakah kita hidup dan untuk siapakah hasil kesuksesan itu ? Sebagai orang Kristen yang sudah ditebus oleh darah Yesus, kita perlu selektif dalam menjalani hidup ini, karena hidup kita ini adalah hasil tebusan darah Yesus dan kita hidup hanya satu kali saja di dunia ini. Dengan demikian, sudah sewajarnya kalau kita menjadi sangat selektif dalam menentukan tujuan hidup kita. Apakah tujuan hidup yang kita pilih adalah untuk keuntungan dan kepuasan diri sendiri atau untuk Dia yang sudah mati dan bangkit untuk kita ?
Bagaimanakah kita cara menilai tentang tujuan hidup kita ini, apakah masih untuk keuntungan diri sendiri atau sudah untuk kemuliaan Kristus Yesus ? Rasul Paulus membuat alat ukurnya dalam Roma 11:36: “ Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia; Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Dari pengetian ayat ini kita melihat beberapa hal berikut:
- Tujuan hidup kita (Panggilan kita) berasal dari Tuhan
- Kita menjalani tujuan hidup (panggilan) itu oleh Tuhan
- Hasil akhir dari tujuan hidup (panggilan) itu adalah bagi kemuliaan Tuhan sampai selama-lamanya.
Dengan demikian, marilah kita mengenali tujuan hidup (panggilan) kita yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, dan menjalaninya dengan cara dan kekuatan dari Tuhan. Kemudian , semua hasilnya kita kembalikan bagi kemuliaan Tuhan. Selamat menemukan panggilan dan menjalaninya bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Imanuel.
BERLARI-LARI MENUJU PANGGILANNYA (Filipi 3:13-14) Galeri Posted on Maret 17, 2013
Paulus mengatakan suatu kebenaran, pengalaman hidupnya sehingga
sampai pada panggilan Tuhan. Kita tahu Paulus adalah seorang terkenal,
seorang kaya, seorang ahli taurat, orang ibrani asli, taat kepada hukum
taurat. Tetapi satu hal dalam hidup yang demikian dia belum menerima
Yesus dan belum mengerti panggilan Tuhan yang sesungguhnya dalam
hidupnya. Banyak keahliannya, kemampuannya tapi bukan itu panggilannya.
Setelah Paulus bertobat dalam pelayanan Ananias ia menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk dimuridkan Ananias, dia tidak menjadi Kristen yang biasa-biasa saja, tetapi dia jadi Kristen yang luar biasa.
Tuhan menyelamatkan kita untuk maksud-maksud tersebut, Tuhan mempunyai panggilan dalam hidup kita masing-masing secara pribadi, dan Tuhan mau agar kita masuk dalam rencana-Nya. Bagi kita tidaklah cukup untuk sekedar menerima keampunan dosa, sembuh dari penyakit, mulai keberkatan, punya kuasa mengusir setan, sudah dapat berdoa, mendoakan orang sakit disembuhkan Tuhan, sudah dapat memuji dan menyembah Tuhan, sudah dibaptis Roh Kudus, sudah mendapat sukacita yang baru. Semua itu baik, tetapi marilah kita maju terus oleh karena ada panggilan Tuhan bagi kita dan kita harus terus bertumbuh sampai pada tujuan panggilan surgawi. Jadi jangan berhenti pada salah satu anak tangga, melangkah terus sampai mencapai panggilan Tuhan atas hidup kita
Apa yang harus kita perbuat:
b Yang negatif. jika ada dosa-dosa dan kesukaran yang masih menggangu maka marilah bertobat, 1 Yohanes 1:19. Lalu lupakan dan maju terus, Tuhan sudah mengampuni kita (lupakan, tinggalkan). Jika kesukaran yang kita alami adalah perbuatan orang lain (keluarga, teman, tetangga, family) padahal kita berjalan dalam kebernaran, ampunilah orang tersebut. Jikalau kesukaran, persoalan datang dari setan walau kita sudah hidup dalam kebenaran, usirlah setan dalam nama Yesus, miliki iman untuk menang.
2. Mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita.
Jadi apa yang ada dihadapan kita sekarang ini? Semua rencana-rencana kita untuk mencapai panggilan Tuhan atas hidup kita. Kejadian 19:22-26, isteri Lot menoleh kebelakang, menjadi tiang garam. Lukas 9:61-62, seorang pembajak menoleh kebelakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.
3. 3. Berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh panggilan Allah. Berlari-lari artinya tidak tinggal diam, tetapi bersemangat/berjuang untuk menang.
Setelah Paulus bertobat dalam pelayanan Ananias ia menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk dimuridkan Ananias, dia tidak menjadi Kristen yang biasa-biasa saja, tetapi dia jadi Kristen yang luar biasa.
Tuhan menyelamatkan kita untuk maksud-maksud tersebut, Tuhan mempunyai panggilan dalam hidup kita masing-masing secara pribadi, dan Tuhan mau agar kita masuk dalam rencana-Nya. Bagi kita tidaklah cukup untuk sekedar menerima keampunan dosa, sembuh dari penyakit, mulai keberkatan, punya kuasa mengusir setan, sudah dapat berdoa, mendoakan orang sakit disembuhkan Tuhan, sudah dapat memuji dan menyembah Tuhan, sudah dibaptis Roh Kudus, sudah mendapat sukacita yang baru. Semua itu baik, tetapi marilah kita maju terus oleh karena ada panggilan Tuhan bagi kita dan kita harus terus bertumbuh sampai pada tujuan panggilan surgawi. Jadi jangan berhenti pada salah satu anak tangga, melangkah terus sampai mencapai panggilan Tuhan atas hidup kita
Apa yang harus kita perbuat:
- Lupakan semua apa yang telah di belakang
b Yang negatif. jika ada dosa-dosa dan kesukaran yang masih menggangu maka marilah bertobat, 1 Yohanes 1:19. Lalu lupakan dan maju terus, Tuhan sudah mengampuni kita (lupakan, tinggalkan). Jika kesukaran yang kita alami adalah perbuatan orang lain (keluarga, teman, tetangga, family) padahal kita berjalan dalam kebernaran, ampunilah orang tersebut. Jikalau kesukaran, persoalan datang dari setan walau kita sudah hidup dalam kebenaran, usirlah setan dalam nama Yesus, miliki iman untuk menang.
2. Mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita.
Jadi apa yang ada dihadapan kita sekarang ini? Semua rencana-rencana kita untuk mencapai panggilan Tuhan atas hidup kita. Kejadian 19:22-26, isteri Lot menoleh kebelakang, menjadi tiang garam. Lukas 9:61-62, seorang pembajak menoleh kebelakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.
3. 3. Berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh panggilan Allah. Berlari-lari artinya tidak tinggal diam, tetapi bersemangat/berjuang untuk menang.
Kerajaan Yehuda sedang menghadapi persoalan yang sangat serius yakni
menghadapi 3 bangsa besar yang siap melawan mereka, yang membuat mereka
dilanda ketakutan dan kengerian. Tetapi mereka mengambil tindakan yang
benar, yakni mencari Tuhan dan berpuasa. Dalam sejarah bangsa Israel
dan bangsa Yehuda belum pernah ada kejadian yang membuat mereka sampai
berpuasa karena menghadapi musuh, itu berarti musuh yang sedang mereka
hadapi ini sangat luar biasa.
Dalam Matius 17:21, dikatakan bahwa ada beberapa persoalan tertentu yang hanya bisa dihadapi hanya dengan doa dan puasa. Tuhan Yesus menegor murid-murid-Nya karena tidak bisa berhasil mengusir setan. Dia menegor mereka karena mereka kurang percaya dan sesat? Apakah memang murid-murid itu kurang percaya? Saya tidak yakin kalau mereka murid-murid yang kurang percaya, tetapi karena memang jenis itu harus dihadapi dengan doa dan puasa. Berarti ada kuasa yang luar biasa ketika kita sedang berpuasa.
Dalam doa dan puasa Tuhan akan mencurahkan IMAN-NYA kepada kita. Markus 11:22, Dan sambil menanggapi, YESUS berkata kepada mereka, “Milikilah iman Allah” (versi MILT 2008). (And Jesus, answering, said to them, Have God’s faith, Bahasa Inggris versi BBE). Kalau kita sudah memiliki “Iman” nya Allah, maka gunung persoalan sebesar apapun akan dapat kita hadapi, dan apa saja yang kita minta dan doakan, maka Tuhan akan memberikannya kepada kita (Markus 11:23-24)
Yang dilakukan bangsa Yehuda ketika mereka berpuasa raya:
Mari jemaat GPI Petra, tetap antusias mengikuti doa puasa raya 40 hari, Tuhan akan mencurahkan IMAN-NYA kepada kita, sehingga kita akan berkemenangan.
Dalam Matius 17:21, dikatakan bahwa ada beberapa persoalan tertentu yang hanya bisa dihadapi hanya dengan doa dan puasa. Tuhan Yesus menegor murid-murid-Nya karena tidak bisa berhasil mengusir setan. Dia menegor mereka karena mereka kurang percaya dan sesat? Apakah memang murid-murid itu kurang percaya? Saya tidak yakin kalau mereka murid-murid yang kurang percaya, tetapi karena memang jenis itu harus dihadapi dengan doa dan puasa. Berarti ada kuasa yang luar biasa ketika kita sedang berpuasa.
Dalam doa dan puasa Tuhan akan mencurahkan IMAN-NYA kepada kita. Markus 11:22, Dan sambil menanggapi, YESUS berkata kepada mereka, “Milikilah iman Allah” (versi MILT 2008). (And Jesus, answering, said to them, Have God’s faith, Bahasa Inggris versi BBE). Kalau kita sudah memiliki “Iman” nya Allah, maka gunung persoalan sebesar apapun akan dapat kita hadapi, dan apa saja yang kita minta dan doakan, maka Tuhan akan memberikannya kepada kita (Markus 11:23-24)
Yang dilakukan bangsa Yehuda ketika mereka berpuasa raya:
- Berkumpul bersama dan mencari Tuhan (2 Tawarikh 20:3-4)
- Mengakui kesalahan dan pelanggaran mereka serta berbalik dari jalan-jalannya yang jahat (2 Tawarikh 20:9)
- Kesatuan hati dalam doa (kesatuan dalam keluarga) (2 Tawarikh 20:13)
- Menyanyikan pujian dan penyembahan (2 Tawarikh 20:22-23)
Mari jemaat GPI Petra, tetap antusias mengikuti doa puasa raya 40 hari, Tuhan akan mencurahkan IMAN-NYA kepada kita, sehingga kita akan berkemenangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)