Rasa khawatir, takut, bimbang itu ada, ketika saya mempersiapkan
pernikahan anak kami, karena ada waktu cuma satu bulan saja dan waktu
itu tidaklah mudah, karena keterbatasan dana kami. Memang pada awalnya,
rencana kami mau menikahkan mereka sesederhana mungkin dengan tidak
nmemerlukan dana yang besar, cukup diberkati rumah dan dengan dihadiri
beberapa teman sebagai saksi.
Tetapi dengan berjalannya waktu, ada beberapa masukan yang baik dan
berbagai pertimbangan yang ada akhirnya kami menyepakati untuk
menikahkan anak kami di Gereja, Sekali lagi, tidaklah mudah kami
mengambil keputusan itu, tetapi herannya tiba-tiba di hati dan pemikiran
saya timbul kata ”PERCAYALAH”. Itulah yang membuat saya mendapat
kekuatan baru, bahwa Tuhan akan melakukan segalanya buat kami, Dia tahu
keterbatasan dan kemampuan setiap anak-anak-Nya.
Puji Tuhan, tanggal 23 Februari kemarin, anak kami pun telah
melaksanakan pemberkatan nikah kudus. Saya tidak bisa berkata apa-apa
lagi, hanya air mata sukacita yang mengalir di wajah saya ketika melihat
anak kami diberkati. ”betapa baiknya Engkau Tuhan”. Amin
No comments:
Post a Comment