(2 Korintus 5:15).
Kita bersyukur akan kesediaan Yesus Kristus datang ke dunia ini, rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Pada umumnya yang kita pahami bahwa kematian Yesus Kristus di kayu salib itu adalah untuk menebus dosa kita dan memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal saja. Dengan demikian, setiap orang percaya yang meninggal, akan memiliki hidup kekal dalam kerajaan surga. Tetapi dalam ayat di atas, ada penjelasan lagi, bahwa kematian-Nya bukan hanya supaya kita memilki hidup kekal saja, tetapi juga supaya kita yang sudah menerima Yesus dan masih hidup ini, tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi hidup untuk Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit untuk kita.
Pada umumnya semua manusia memiliki cita-cita atau tujuan hidupnya. Ada yang bercita-cita mau jadi Pejabat, Pengusaha sukses, jadi artis terkenal, jadi ilmuwan, dll. Semua hal itu syah-syah saja untuk dilakoni. Yang menjadi pertanyaan adalah, untuk siapakah kita hidup dan untuk siapakah hasil kesuksesan itu ? Sebagai orang Kristen yang sudah ditebus oleh darah Yesus, kita perlu selektif dalam menjalani hidup ini, karena hidup kita ini adalah hasil tebusan darah Yesus dan kita hidup hanya satu kali saja di dunia ini. Dengan demikian, sudah sewajarnya kalau kita menjadi sangat selektif dalam menentukan tujuan hidup kita. Apakah tujuan hidup yang kita pilih adalah untuk keuntungan dan kepuasan diri sendiri atau untuk Dia yang sudah mati dan bangkit untuk kita ?
Bagaimanakah kita cara menilai tentang tujuan hidup kita ini, apakah masih untuk keuntungan diri sendiri atau sudah untuk kemuliaan Kristus Yesus ? Rasul Paulus membuat alat ukurnya dalam Roma 11:36: “ Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia; Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Dari pengetian ayat ini kita melihat beberapa hal berikut:
- Tujuan hidup kita (Panggilan kita) berasal dari Tuhan
- Kita menjalani tujuan hidup (panggilan) itu oleh Tuhan
- Hasil akhir dari tujuan hidup (panggilan) itu adalah bagi kemuliaan Tuhan sampai selama-lamanya.
Dengan demikian, marilah kita mengenali tujuan hidup (panggilan) kita yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, dan menjalaninya dengan cara dan kekuatan dari Tuhan. Kemudian , semua hasilnya kita kembalikan bagi kemuliaan Tuhan. Selamat menemukan panggilan dan menjalaninya bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Imanuel.
No comments:
Post a Comment