Setelah Paulus bertobat dalam pelayanan Ananias ia menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk dimuridkan Ananias, dia tidak menjadi Kristen yang biasa-biasa saja, tetapi dia jadi Kristen yang luar biasa.
Tuhan menyelamatkan kita untuk maksud-maksud tersebut, Tuhan mempunyai panggilan dalam hidup kita masing-masing secara pribadi, dan Tuhan mau agar kita masuk dalam rencana-Nya. Bagi kita tidaklah cukup untuk sekedar menerima keampunan dosa, sembuh dari penyakit, mulai keberkatan, punya kuasa mengusir setan, sudah dapat berdoa, mendoakan orang sakit disembuhkan Tuhan, sudah dapat memuji dan menyembah Tuhan, sudah dibaptis Roh Kudus, sudah mendapat sukacita yang baru. Semua itu baik, tetapi marilah kita maju terus oleh karena ada panggilan Tuhan bagi kita dan kita harus terus bertumbuh sampai pada tujuan panggilan surgawi. Jadi jangan berhenti pada salah satu anak tangga, melangkah terus sampai mencapai panggilan Tuhan atas hidup kita
Apa yang harus kita perbuat:
- Lupakan semua apa yang telah di belakang
b Yang negatif. jika ada dosa-dosa dan kesukaran yang masih menggangu maka marilah bertobat, 1 Yohanes 1:19. Lalu lupakan dan maju terus, Tuhan sudah mengampuni kita (lupakan, tinggalkan). Jika kesukaran yang kita alami adalah perbuatan orang lain (keluarga, teman, tetangga, family) padahal kita berjalan dalam kebernaran, ampunilah orang tersebut. Jikalau kesukaran, persoalan datang dari setan walau kita sudah hidup dalam kebenaran, usirlah setan dalam nama Yesus, miliki iman untuk menang.
2. Mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita.
Jadi apa yang ada dihadapan kita sekarang ini? Semua rencana-rencana kita untuk mencapai panggilan Tuhan atas hidup kita. Kejadian 19:22-26, isteri Lot menoleh kebelakang, menjadi tiang garam. Lukas 9:61-62, seorang pembajak menoleh kebelakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.
3. 3. Berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh panggilan Allah. Berlari-lari artinya tidak tinggal diam, tetapi bersemangat/berjuang untuk menang.
No comments:
Post a Comment