Thursday, July 5, 2012

Menara Doa


Siapa bilang menara itu hanya dimiliki suatu kerajaan, yang berfungsi sebagai tempat para penjaga kota untuk berjaga-jaga siang dan malam dari serangan musuh? Gereja juga punya dan sering disebut Menara Doa. Namun banyak yang tidak merealisasikannya setiap hari selama 24 jam. Mungkin menganggap berdoa hanya waktu ibadah hari Minggu atau doa puasa yang dilakukan sekali dalam seminggu.
            Seperti halnya suatu kerajaan, Gereja juga punya wilayah, para pemimpin, jemaat, program kerja dan anggaran dana. Yang mana semua ini harus dijaga dari serangan musuh yang diibaratkan seperti singa mengaum yang mencari celah untuk masuk. Disinilah Menara Doa sangat dibutuhkan. Karena musuh kita yaitu kuasa kegelapan tidak hanya menyerang pada hari Minggu. Oleh sebab itu harus ada yang berjaga-jaga di dalam Menara Doa.
            Siapakah orang-orang yang akan berjaga-jaga di Menara Doa? Jawabannya sudah pasti yaitu: kita semua. Apakah kita mampu? Pasti! Karena kekuatan kita adalah DOA. Doa adalah dasar untuk kita lebih mengenal Tuhan: siapa Dia, apa yang Dia inginkan dan apa arti menjadi anakNya. Kita perlu ambil bagian dalam Menara Doa, karena:
1.      Di dalam Menara Doa hubungan kita dengan Allah semakin intim sehingga kita semakin kuat
2.      Di dalam Menara Doa kita menerima hikmat dan bimbingan dari Allah.
3.      Di dalam Menara Doa membuat kita memandang musuh dengan sudut pandang Allah, sehingga musuh yang kita lihat kecil dan jauh di bawah kita.
4.      Di dalam Menara Doa membuat pandangan kita bebas jauh ke depan, kepada perluasan wilayah yang sedang dikerjakan Allah lewat gerejaNya, menembus segala penghalang yang selama ini tidak dapat kita lihat dimana kita terlibat di dalamnya.

Intinya: berdoa hendaknya jangan merupakan hal terakhir yang kita lakukan, melainkan merupakan yang pertama dan yang terakhir. Karena berdoa adalah tugas Gereja, maka berdoa menjadi tugas kita semua sebagai anak-anak allah. (SES)

No comments:

Post a Comment