Monday, July 8, 2013

Jadi Orang Baik Itu Mudah!!!

Judul ini terbalik dengan pemahaman masyarakat yang sering mengatakan “jadi orang baik itu susah”, justru hal yang paling mudah dilakukan adalah menjadi orang baik. Diawali dengan bagun dipagi hari, mulailah dengan kebaikan kecil kepada diri sendiri, maksudnya itu ya bersih-bersih, menyapu halaman, membersihkan badan dan berdoa. Ini juga termasuk kebaikan kepada diri sendiri. Dengan rumah yang bersih kita merasa nyaman, dengan berdoa di pagi hari, tubuh dan pikiran akan menjadi seimbang, harmoni dimana kita siap menjalani kehidupan dengan pandangan yang terang, positif thinking dan hati yang damai.
Sempatkan waktu untuk mensyukuri seratus hal di pagi hari, apa saja. Mulai dari masih bisa bangun pagi, masih bisa melihat, merasa, mendengar, berjalan, bisa minum, mandi, berbicara, punya pakaian untuk dikenakan, punya beberapa lembar uang di dompet, punya kerjaan, punya rumah, tidak ada hutang,keluarga yang sehat, dll…maksimalkan sampai seratus. Dengan menghitung karunia yang telah diberikan kehidupan, kita akan merasa menjadi manusia yang paling beruntung sedunia dan dengan keyakinan seperti itu, keberuntungan akan berbondong-bondong menghampiri kehidupan kita. Mudah kan !! Kemudian kalau sempat lagi saat bangun pagi berdoalah, berdoa tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk sesama makhluk hidup.
Milikilah niat yang baik di pagi hari, niat yang memberi semangat, niat yang memberi tenaga melimpah dan antusiasme yang meluap-luap. Pikirkanlah di dalam hati bahwa hari ini akan menyenangkan, setiap hari adalah hari baru yang menyenangkan karena berkah kehidupan yang melimpah ada di hari ini. Hari ini kita akan melakukan banyak kebaikan, akan menyentuh kehidupan banyak makhluk hidup baik secara langsung maupun tidak langsung. Cerahkanlah hati satu orang saja maka rantai reaksinya akan menyebar bagaikan efek domino. Apalagi kalau kita sanggup tersenyum dan menyentuh hati banyak orang, akan bermunculan puluhan rantai reaksi kebaikan yang mengalir tanpa ujung sampai hari ini berakhir.
Usahakanlah seluruh tenaga dan energimu di hari ini menjadi benar-benar berguna untuk kebaikanmu dan lingkungan sekitarmu. Jangan biarkan energimu bocor pada rasa marah, sedih dan kecewa. Perasaan2 seperti itu akan menyerap energimu dan membuatmu mudah capek,mengantuk, lelah dan tidak bergairah. Sebaliknya ketika kamu  mengijinkan perasaan senang dan bahagia menghampiri hidupmu, energimu akan semakin bertambah dari waktu ke waktu karena setiap orang yang kamu sentuh memlimpahkan energi kebaikan yang sama kepadamu, semakin banyak akan semakin berlipat karena efek domino tadi.
Dari pagi hari saja kita dapat menarik kesimpulan sungguh sangat mudah menjadi orang baik. tidak perlu menunggu kaya dulu, tidak perlu menunggu hidup damai dan tanpa masalah. Kekayaan yang sebenarnya  ada di dalam hati kita, kedamaian bisa kita ciptakan saat ini dan detik ini dengan mendamaikan perasaan kita yang ada di dalam diri, dan terakhir tidak ada manusia yang tanpa masalah. Justru masalah yang datang adalah ujian yang akan menaikkan kelasmu setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Setiap ujian adalah tes yang menguji kesabaran dan keyakinan kita, semakin kita sabar dan yakin bahwa semuanya adalah ujian dariNya, semakin cepat masalah ini akan berlalu. Karena setiap kesenangan dan penderitaan memiliki batas waktunya masing-masing, tidak ada yang kekal.
Mulai saat ini milikilah pemikiran yang baik dan mencerahkan hati,  mulai dari diri sendiri, kepada orang lain maupun kehidupan. Carilah sisi terbaik dari setiap peristiwa yang datang. Milikilah filososi manusia yang beruntung, apapun yang terjadi selalu  mengawali perkataannya dengan kata beruntung. Untung nyawanya selamat, untung tidak apa-apa, untung masih bisa hidup dll. Karena apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan dan apa yang kita pikirkan merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam diri kita. Ibarat termos, dalamnya termos hanya dapat kita ketahui setelah kita menuangkan isinya ke dalam cangkir atau gelas, isinya itu bisa air putih, teh atau kopi panas. Pilihan ada di tangan kita, apa yang kita sajikan itulah yang akan kita nikmati.
Salam… TUHAN MEMBERKATI ..

Maxi Eman

Berlari Menuju Panggilannya

Kita masing – masing pasti sudah menemukan panggilan kita sebagai apa. Setiap orang tanpa terkecuali mendapat panggilan Tuhan. Panggilan (Pekerjaan) yang diberikan Tuhan kepada kita berbeda-beda. Tiap panggilan
hidup mempunyai kekurangan dan kegunaannya masing-masing. Bagaimana kita untuk menjalankan atau melakukan panggilan hidup kita yang dari Tuhan ?
Rasul Paulus berkata dalam Filipi 3:14 ”berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan Surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. Panggilan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk disimpan tapi untuk dilakukan atau dikerjakan.
Bahkan Alkitab berkata berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah artinya kita dinasehatkan Firman Tuhan dalam menjalankan panggilan Tuhan untuk tidak diam kita menjalaninya dengan cara dan kekuatan dari Tuhan.
Apapun panggilan yang sudah kita terima dari Tuhan, marilah kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan tetap setia dan panggilan hidup kita , mari kita lakukan bagi kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya.

KEMATIAN- NYA KEHIDUPANKU

Jika saya berada di masa itu ; menjadi murid Tuhan melihat dengan mata kepala sendiri, Dia diadili dengan tidak adil, dicaci, dimaki, didera, disiksa bahkan mati dengan tak berdaya.  Saya pasti merasa kecewa. Karna Dia tak sehebat seperti perbuatan-Nya yang penuh keajaiban dan kuasa. Bahkan Dia hanya diam membisu tak berdaya. Seperti layaknya seorang penjahat besar. Pasti harapan saya akan hancur seiring tubuh-Nya yang yang dibaringkan di gua sebagai kubur-Nya. Namun ternyata Dia bangkit  di hari ketiga. Kegemparan terjadi di seluruh dunia.
Betapa saya bersyukur hidup di masa anugerah ini. Kematian-Nya bukan karena Dia tak berdaya tapi karena Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Kematian-Nya bukanlah suatu kesia-siaan.
Kematian-Nya adalah kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Bagi saya Dan anda. Kematian-Nya mengalahkan alam maut. Maka iman kita kepada-Nya tidak pernah sia-sia karena Yesus Tuhan yang hidup (1 Korintus 15:14).
Tuhan Yesus sudah melakukan misi Dari Allah Bapa dengan finishing well.
Mari kita teguhkan iman kita Dan setia pada panggilan kita sehinggga kita bisa menyelesaikan dengan finishing well.
Tuhan Memberkati.

Bermakna bagi orang lain

by. Maxi Eman
Seorang  professor diundang utk berbicara di sebuah basis militer.
Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mrk menuju tempat pengambilan bagasi.
Ketika berjln keluar, Ralph sering menghilang. Bnyk hal dilakukannya yg diperhatikan pak Proffesor…
Ia membantu seorang wanita tua yg kopornya jatuh & terbuka, kemudian mengangkat 2 anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, Ia juga menolong orang yang tersesat dgn menunjukkan arah yg benar.
Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor, ia selalu dgn senyum lebar menghiasi wajahnya. “Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?” tanya sang professor.
“Melakukan apa?” tanya Ralph, merendah.
“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu tadi?” desak sang professor.
Kata Ralph: “O, selama perang, saya kira perang telah mengajari saya banyak hal.
“Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau & bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya .
“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.
“Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan, tatkala mengangkat & memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira, sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini!
“Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang BERMAKNA BAGI ORANG LAIN.
Kekayaan manusia bukan apa yg ia peroleh, melainkan APA YG IA BERIKAN KEPADA SESAMANYA.
Selamat pagi, selamat bekerja dan selamat berpuasa

Yang Buruk Juga

By: MAXI Eman
Nats: Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau       menerima yang buruk?
(Ayub 2:10)
                       YANG BURUK JUGA 
Ayub orang terkaya pada masanya, saleh dan takut akan Allah. Dia   memiliki banyak harta dan hidupnya damai sejahtera. Dia menikmati   hari-harinya dengan bersemangat. Lalu, Tuhan mengizinkan Iblis   mengambil semua yang ia miliki. Seluruh tubuhnya — dari telapak   kaki sampai batu kepalanya — pun penuh dengan barah busuk. Orang   dapat melihat dengan jelas betapa berat penderitaan. Tetapi, Ayub   tidak protes: “Saya sudah melakukan semua kehendak-Mu, mengapa hal   ini terjadi sama saya?” Ayub justru berkata, “Aku akan   melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas   kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal Firman Yang Mahakudus”   (Ayub 6:10). Artinya, Ayub siap menerima baik perkara yang baik   maupun perkara yang buruk dari Tuhan.   Ketekunan Ayub berbuah. Pada pasal terakhir kitab Ayub, Tuhan   memulihkan keadaan Ayub dan Tuhan memberikan kepadanya dua kali   lipat dari segala kepunyaannya dulu. Ayub memilih tetap berpegang   pada Tuhan, entah dalam keadaan baik entah dalam keadaan buruk.   Terbukti, Tuhan tidak pernah membawa kita kepada keadaan yang   melampaui kekuatan kita.   Mungkin yang kita alami tidak separah pengalaman Ayub. Namun, saat   melewati keadaan yang buruk, masih bisakah kita percaya penuh pada   Tuhan dan janji-janji-Nya? Apa yang kita lakukan jika bisnis kita   gagal atau terjadi peristiwa yang tidak kita harapkan, padahal kita   sudah aktif dalam pelayanan? Apakah kita akan protes atau tetap   percaya bahwa janji Tuhan itu ya dan amin? –Istiasih                   
JANJI TUHAN ITU SEPERTI MATAHARI           YANG TETAP BERSINAR MESKIPUN TERALANG AWAN MENDUNG

SETIA SAAT TEDUH DI SPK PEMENANG

Saya sangat bersyukur dapat beribadah di GPI Petra ini, setelah sekian lama nyari-nyari gereja untuk dapat beribadah setiap minggunya.  Setelah mulai beribadah di GPI Petra sejak akhir bulan Desember yang lalu, kemudian saya mengikuti SPK Pemenang.  Di SPK saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan setiap hari.  Setiap materi yang disampaikan sangat memberkati hidup saya. Di SPK Pemenang, saya juga dilatih untuk setia bersaat teduh (baca Alkitab) setiap hari.  Sebelumnya saya jarang bersaat teduh.  Puji Tuhan, sejak saya mengikuti SPK Pemenang, setiap pagi sepertinya ada yang membangunkan saya untuk bersaat teduh setiap pagi, sebelumnya tidak pernah saya alami seperti itu.  Sejak ikut SPK juga saya bisa mengendalikan diri dan emosi saya.  Tuhan Yesus memberkati. (Bpk. Lukas)